Kamis, 22 Oktober 2009

Kain Sarung Tapis Lampung


Kain Sarung Tapis berasal dari Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung. Kain indah ini melengkapi keindahan dan kecantikan fashion adat wanita Lampung. Kerajinan tapis telah dikenal di Lampung sejak ratusan tahun yang lalu, hasil kerajinan ini memiliki peranan menambah corak budaya bagi Indonesia yang dikagumi di manca negara.

Kain Tapis Lampung adalah kain tenun benang kapas dengan motif hiasan menggunakan sistem sulam dari benang perak atau benang emas. Pengerjaannya masih menggunakan cara-cara tradisional dengan menggunakan kain dasar dan motif-motif hiasannya dikerjakan dengan tangan oleh pengrajin.

Ragam hias Kain Sarung Tapis Lampung terus berkembang seiring terjalinnya kontak, interaksi, dan komunikasi masyarakat adat Lampung dengan kebudayaan lain. Pertemuan dengan kebudayaan lain tersebut menyebabkan terjadinya akulturasi antara unsur-unsur hias kebudayaan tempatan (lama) dengan unsur-unsur hias kebudayaan baru. Unsur-unsur asing yang datang tidak menghilangkan unsur-unsur lama, akan tetapi semakin memperkaya corak, ragam, dan gaya yang sudah ada. Berbagai kebudayaan tersebut terpadu dan terintegrasi dalam satu konsep utuh yang tidak dapat dipisahkan dan melahirkan corak baru yang unik dan khas.

Kain Tapis biasanya dipakai dalam setiap upacara adat dan keagamaan, dan merupakan perangkat adat yang serupa pusaka keluarga. Dalam kegiatan sosial dan keagamaan tersebut, Kain Tapis berfungsi sebagai penanda status sosial pemakainya. Penggunaan Kain Tapis sebagai penanda status sosial dapat dilihat pada masyarakat Lampung yang beradat Pepadun. Dalam kelompok adat ini, masyarakat tersusun dalam tiga tingkatan, yaitu punyimbang marga atau paksi yang membawahi tiyuh (kampung), punyimbang tiyuh yang membawahi beberapa suku atau bilik, dan (3) punyimbang suku yang membawahi beberapa nuwow balak (rumah adat).

Senin, 19 Oktober 2009

Kain Sarung Samarinda

Kain Sarung Samarinda adalah kain sarung indah karya asli anak bangsa dari daerah Kalimantan Timur. Motif kain sarung Samarinda memiliki corak unik dan sangat khas sehingga mampu menampilkan karakter orang-orang asli Samarinda. Pembuatan sarung samarinda adalah kain sarung tenun menggunakan alat tenun tradisional dan sederhana. Namun demikian, karya orisinil ini mampu menarik perhatian insan pecinta sarung di seluruh negeri, sehingga tidak heran begitu banyak orang Indonesia yang sangat mengenal keindahan kain sarung samarinda.


Produk kain sarung tenun ini juga menarik perhatian manca negara, terbukti dengan adanya pengiriman barang ke beberapa negara tetangga. Hal ini tentu saja membuat pelaku bisnis di sektor ini bersemangat untuk terus mengembangkan motif-motif kain sarung samarinda.

Untuk menyaksikan proses pembuatan sarung Samarinda, kunjungi sentra kerajinan sarung Samarinda di Jalan Bung Tomo, Kampung Baka, Samarinda Seberang, yang berjarak 8 km dari pusat kota. Hampir di setiap rumah di kawasan ini, para ibu dan wanita remaja terlihat sibuk menenun sarong atau kain Samarinda. Sarong tersebut dibuat dengan menggunakan peralatan tenun tradisional yang disebut gedokan atau ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).
Untuk sarung katun bermotif kotak sekitar Rp. 175.000,- dan untuk motif - Dayak, ditawarkan seharga Rp. 350.000,- per helai atau per set. Sementara, untuk yang terbuat dari sutra, harganya lebih mahal, bisa mencapai Rp. 1 juta atau lebih, tergantung dari ukurannya.