Senin, 03 Agustus 2009

Kain sarung sebagai industri kreatif bangsa Indonesia

Kain sarung sebagai industri kreatif bangsa Indonesia

Kain sarung pakaian pergaulan nusantara menemani anda di dalam semua kesempatan. Kain sarung juga memicu pemikiran kreatif bagi para disainer fashion di tanah air dan manca negara. Kain sarung terus selalu diterima oleh segala lapisan masyarakat dengan terus tumbuhnya motif-motif kreatif yang diciptakan atas dasar industri kreatif yang dikembangkan di Indonesia.

Kain sarung ini sangat berkembang dan membaur dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, baik di desa maupun di perkotaan. Sangat mudah dikenali karena corak kainnya yang selalu terdiri dari garis horizontal, vertikal, atau gabungan keduanya, yang mengalami berbagai variasi pola dan warna. Umumnya orang yang memakai sarung jenis ini adalah kaum pria yaitu untuk pakaian sehari-hari di rumah, pergi ke masjid, atau digunakan pada saat Hari Raya.

Diharapkan pula penggunaan kain sarung ini berkembang bagi masyarakat luas, tidak hanya bagi pria saja namun berlaku pula untuk wanita, dan juga dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan dan kemajuan dunia tekstil (kria) khas Indonesia.

Kain sarung, khususnya kain sarung motif garis kotak-kotak dan motif lurik merupakan contoh produk tekstil yang cenderung terus ada dan tidak terpengaruh oleh suatu gaya, trend atau masa in. Oleh karenanya sarung jenis ini dapat terus diaplikasikan ke dalam berbagai gaya berbusana.

Sebenarnya tidak hanya sebatas itu saja fungsi peranan kain sarung ini, mengingat bangsa kita tergolong bangsa yang kreatif dan mampu menghasilkan inovasi baru yang sarat akan nilai dan makna berkaitan dengan masyarakat dan budaya. Sarung jenis ini memiliki potensi lain yang layak untuk dikaji dan dikembangkan sebagai produk tekstil yang indah dan bernilai tinggi.

1 komentar:

  1. Posting yang bagus sobat agar budaya negeri ini tetap lestari,klo ga ada yg peduli pada budaya kita ntar anak cucu kita ngga pernah tau bentuk sarung cap gajah kursi.sukses terus,salam indonesia damai.

    BalasHapus